Minggu, 13 April 2014

Laporan Wawancara Pengajar

BAB I
PENDAHULUAN

“Pemimpin! Guru! Alangkah hebatnya pekerjaan menjadi pemimpin di dalam sekolah, menjadi guru di dalam arti yang spesial, yakni menjadi pembentuk akal dan jiwa anak-anak! Terutama sekali di zaman kebangkitan! Hari kemudiannya manusia adalah di dalam tangan guru itu, menjadi manusia”(Ir Soekarno)

Semua orang pasti setuju jika guru adalah orang yang sangat berperan penting dalam proses manusia menjadi manusia yang seutuhnya. Sehingga tak heran kalau seorang presiden pertama Republik Indonesia berkata seperti kata pembuka pada tulisan ini.
Guru adalah sebuah profesi yang mulia karena di tangan merekalah masa depan bangsa ini ditentukan. Guru juga dianggap sebagai pahlawan pembangunan, karena di tangan mereka akan lahir pahlawan-pahlawan pembangunan yang kelak mengisi ruang-ruang publik di negeri ini. Guru yang ideal, bukan sekedar guru yang memenuhi syarat-syarat teknik: seperti pintar, pandai, atau pakar di bidang ilmu yang dimiliki; melainkan yang jauh lebih penting dari itu semua, guru harus bisa menempatkan dirinya sebagai "agent of change" sehingga dengan itu masa depan bangsa dapat bersinar dengan cerah.
Tugas guru sebenarnya bukan hanya menjarkan ilmu kepada murid nya. Ada banyak sekali tugas-tugas yang harus dilakukan oleh guru. Hal ini dikarenakan seorang guru adalah tokoh panutan yang dianggap serba benar oleh muridnya. Sehingga seorang guru harus memiliki karakter pribadi yang baik. Seperti karakter kesatria yang mampu mengakui kesalahan jika memang melakukannya, jujur, disiplin, penyayang, berintegritas, antusias, memiliki motif yang bagus dalam mengajar, serta berkomitmen terhadap pendidikan. Disini, tugas guru juga untuk menumbuhkan keingintahuan anak didik dan mengarahkannya dengan cara yang paling mereka minati. Jika anak didik diberi rasa aman, dihindarkan dari celaan dan cemoohan, berani berekspresi dan bereksplorasi secara leluasa, ia akan tumbuh menjadi insan yang penuh dengan percaya diri dan optimistis.
Selain itu ketika didalam kelas, seorang guru harus memiliki persiapan yang baik, terorganisasi, konsisten, memiliki etika dalam mengajar, datang ke kelas dengan tepat waktu, memiliki sifat fleksibelitas jika menemukan sesuatu ide dan wawasan baru, mampu berdialog secara interaktif kepada siswa, dan mampu mengelola suasa belajar sebaik mungkin. Seorang guru juga harus mampu menguasai teknik-teknik dalam pengajaran. Khusus pada tugas kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang teknik belajar dengan teknik paedagogi yang merupakan teknik belajar yang diaplikasikan terhadap anak-anak. Di dalam ilmu paedagogi seorang guru atau ahli paedagog adalah orang yang memang benar-benar manjadi sosok yang sangat di contoh oleh anak didiknya. Sehingga guru haruslah memiliki sifat seperti yang sudah kita jelaskan di awal.
Hal diatas mungkin hanya sedikit kisah yang dapat kita jelaskan dari seorang guru. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan hasil wawancara saya kepada salah seorang guru yang mengajar untuk murid di sebuah SMP pedesaan di sudut kabupaten Langkat.  Sekolah Menengah Pertama Swasta Amana namanya. Letaknya di Kampung Kloni, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. Wawancara dilakukan oleh saluh satu orang guru Ilmu Pengetahuan Alam yang mengajar kelas 7 sampai 9.

BAB II
HASIL WAWANCARA

Guru yang saya wawancarai adalah seorang guru yang sudah mengabdi untuk menjadi seorang guru selama 6 tahun. Guru ini memiliki inisial nama RSD. Pak RSD adalah seorang guru Ilmu Pengetahuan Alam yang saat ini berumur 26 tahun. Dengan spesialisasi nya sebagai guru IPA, pak RSD sering mengeksplor cara mengajar dengan hal-hal yang membuat anak didiknya senang Pak RSD mengajar di sekolah swasta SMP Amanah desa Kwala Begumit Kec. Binjai Kab. Langkat.
Ada satu kalimat yang sangat luar biasa ketika ssaya bertanya tentang bagaimana pandangan bapak mengenai pendidikan. Kemudian Pak RSD menjawab pendidikan itu sangatlah penting guna untuk memperbaiki harkat dan martabat manusia. Perlu diketahui memang, hampir 80% dari seluruh murid yang belajar di sekolah tersebut berada pada kondisi kelas ekonomi menengah kebawah. Alhasil belajar bukan merupakan prioritas utama dalam hidup mereka, melainkan mencari uang adalah hal yang paling penting. Sehingga banyak sekali murid yang memiliki motivasi rendah. Oleh karena itu, peran Seorang guru juga harus dapat mengemban tugasnya sebagai motivator yang mampu memotivasi anak didiknya agar penuh semangat dan siap menghadapi serta menyongsong perubahan hari esok, begitu tambahnya.
Pak RSD memandang selain guru yang memotivasi murid untuk semangat belajar, peran orang tua juga sudah berusaha untuk terus memberi semangat anaknya. Di tengah situasi ekonomi keluarga yang tidak terlalu baik, orang tua terus saja memotivasi anaknya. Sehingga terkadang anak tak bisa terlalu semangat karena memang belum lahir kesadaran semangat belajar dari dalam dirinya.
Dari sudut pandang pak RSD ketika melihat anak muridnya adalah ada secercah harapan yang akan muncul demi memperbaiki harkat martabat keluarga si peserta didik ataupun harkat martabat peserta didik tersebut yang memang berasal dari keluarga kelas ekonomi ke bawah. Terkadang memang timbul rasa hilang semangat dalam mengajar, namun demi tujuan awal tadi tercapai., pak RSD membuang rasa mala situ dalam mengajar.
Dalam mengajar, pak RSD memiliki sebuah filosopi mengajar adalah sebuah proses kita menanam sebuah pohon. Saat ini kita menanam, merawat, dan menjaga. Lalu kemudian suatu saat nanti kita akan menuainya kembali. Menuai dengan kesuksesan anak didik yang hari ini kita ajarin dengan ilmu pengetahuan yang mungkin bagi mereka tidaklah terlalu penting.
Pak RSD mengajar anak didiknya dengan metode melihat situasi dan kondisi anak didiknya. Biasanya kalau pada pagi hari, pak RSD menggunakan teknik yang terstandarisasi jika mengajar. Namun ketika sudah siang hari dimana anak didiknya banyak yang sudah merasa bosan dan kelelahan. Pak RSD menggabungkan teknik belajar menggunakan games atau teknik lainya agar anak didiknya tidak bosan. Biasanya anak didiknya lebih tertarik dengan menggunakan metode ini saat belajar.
Demikianlah hasil wawancara saya dengan pak RSD seorang guru SMP yang berhasil saya rangkum di dalam penulisan BAB II ini.
BAB III
PEMBAHASAN

Mengajar adalah tindakan seseorang atau tim dalam memberi petunjuk atau menyampaikan informasi, pengalaman, pengetahuan, dan sejenisnya kepada subjek tertentu diketahui atau dipahami. Mengajar berasal dari kata “ajar”. Kata ajar bermakna memberi petunjuk atau menyampaikan informasi, pengalaman, pengetahuan dan sejenisnya kepada subjek tertentu. Ada beberapa elemen-elemen yang ada didalam aktifitas mengajar meliputi,  tujuan, bahan ajar, interaksi guru dan siswa dengan perekat kemampuan pengelolaan kelas, dan evaluasi dengan hasil belajar sebagai produknya. Pengajaran merupakan interaksi guru dan siswa dalam rangka mengelaborasikan bahan ajar dengan dukungan kemampuan pengelolaan kelas yang baik untuk mencapai tujuan tertentu berupa hasil belajar siswa. Hasil belajar itu diketahui melalui evaluasi. Interaksi antara guru dan siswa itulah yang disebut dengan proses pembelajaran.
Dari pengertian di atas kita dapat memahami ketika hasil wawancara menyebutkan tentang teknik pengajaran yang dilakukan oleh guru tersebut. Dari hasil wawancara terlihat lah secara jelas bagaimana apa yang dilakukan guru tersebut merupakan proses pembelajar yang sesungguhnya. Dimana telah terjadi proses penyampaikan informasi, pengalaman, pengetahuan dan sejenisnya kepada subjek tertentu yaitu anak didik pada sekolah tersebut.
Kegiatan mengajar yang unggul dipandang sebagai proses akademik, dimana siswa termotivasi belajar secara berkelanjutan, substansial, dan positive terutama berkaitan dengan bagaimana mereka berpikir, bertindak dan merasa. Seorang guru yang baik dipandang sebagai salah satu energi yang memberikan konstribusi positif yang luar biasa terhadap terciptanya suasana belajar siswa, termasuk membangkitkan minat mereka serta memotivasi siswanya. Dari teori ini kita dapat melihat bagaimana kondisi siswa yang ada di sekolah tersebut. Dengan kondisi semangat yang tidak baik karena memang kondisi ekonomi keluarga mereka yang kurang baik membuat guru harus bisa menjadi motivator handal untuk anak didiknya. Sehingga hal ini dapat dimaksimalkan oleh guru yang mengajar. Jangan sampai guru yang ,mengajar terlihat tidak termotivasi, hal ini akan manambah hilangnya motivasi yang dimiliki oleh anak didiknya.
Selain itu, kita juga dapat melihat dari perspektif paedagogi modern dimana definisi yang terkait dengan padagogi modern disajikan berikut ini:

1. Pengajaran (teaching), yaitu teknik dan metode kerja guru dalam mentransformasikan konten pengetahuan, merangsang, mengawasi dan memfasilitasi pengembangan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berhasil. Termasuk dalam kerangka pengajaran adalah penilaian formatif dan sumatif, juga memberi peluang kepada siswa untuk “membantu” merevisi dan meningkatkan kualitas pemikiran dan pemahaman. (Guru pada posisi sentral). Disini guru yang diwawancarai sengat menggunakan ini dalam pengajarannya, dimana guru sering menjadi pengarah murid jika diberikan satu permasalahan.

2. Belajar (learning), yaitu proses siswa mengembangkan kemandirian dan inisiatif dalam memperoleh dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan (seperti penyelidikan, berpikir kritis, kerja sama tim, mengorganisasikan, dan memecahkan masalah). Sesuai dengan perjalanan waktu kualitas mengajar dapat mengakibatkan siswa mencapai pemikiran tingkat tinggi dan pemahaman yang mendalam, mengetahui tentang proses belajar mereka sendiri, metakognisi, kemampuan untuk mentransfer apa yang telah dipelajari pada situasi baru, dan kapasitas umum untuk menjalani kehidupan yang lebih luas dan belajar seumur hidup. Belajar semur hidup itu merupakan sebuah kontinum yang berlaku untuk guru.

3. Hubungan mengajar dengan belajar dengan faktor lain yang tergamit mendorong minat paedagogi. Misalnya, siswa melakukan penelitian sederhana. Hubungan itu bisa bermakna siswa dibimbing oleh guru atau kegiatan belajar yang berpusat pada siswa, namun tetap di bawah bimbingan guru. Hubungan itu, apa pun bentuknnya tetap terkait dengan kegitatan mengajar dan belajar. Memang ada pemikiran yang kontras, bahwa aktivitas mengajar dan belajar itu kehilangan hubungan efikasi; siswa haru menjadi peroaktif dan lebih otonom. Guru yang diwawancarai juga sering menggunakan ini dalam pengajarnya,

4. Hubungan mengajar dan belajar berkaitan dengan semua pengaturan dan pada segala tahapan usia, yaitu sebagaimana yang dikembangkan di lembaga-lembaga pendidikan formal dan nonformal dalam masyarakat, dalam keluarga, dan dalam kehidupan kerja (Cropley dan Dave, 1978). Sekolah merupakan salah satu bagian dari total spektrum pengaruh pendidikan.
Dari terori tentang paedagodi modern di atas memang telah dilakukan guru, namun terkadang respon dari murid sangat lah tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Sehingga guru butuh effort yang lebih besar untuk mengajak siswanya kembali.
Selain itu jika dilihat dari teori system paedagogi abad 21, saya rasa guru tersebut sudah mulai menerapkannya. Paedagogi abad 21 merupakan sebuah teori baru yang didapatkan dari perubahan tantangan dunia untuk terus meningkat termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Paedagogi abad 21 juga sering disebut dengan paedagogi progresif (progressive pedagogy). Pada dasarnya pedagogi abad 21 tidak hanya berbicara mengenai seni dan ilmu mengajar, melainkan juga mendorong banyak orang untuk melakukan redesain dan pemahaman ulang atas begaimana menggunakannya untuk merumuskan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan kemajuan zaman. Artinya paedagogi tidak sekedar harus dipahami, melainkan juga bagaimana cara mengaplikasikannya. Cara pengaplikasiannya itu termasuk ke dalam pengetahuan paedagogis vernacular/praktis. Namun, dalam bidang keilmuannya/ilmiah juga harus terus dikembangkan dengan penelitian-penelitian  yang di buat oleh peneliti paedogog.  Manfaat dari penelitian ini adalah : Pertama, umtuk menghasilkan pengetahuan baru tentang pengajaran dan pembelajaran, kedua, agar guru dapat memahami, menjelaskan, membela, membenarkan, dan bila perlu memodifikasi paedagogi. Jika kedua hal ini bisa berjalan dengan seiringan paedagogis praktis dan ilmiah, maka system peadagogi abad 21 dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal.
Dalam pengaplikasian saat belajar, guru tersebut akan melihat situasi dan kondisi dari si anak didiknya. Jika anak didiknya sedang bersemangat maka guru akan memberikan pembelajaran. Namun bila kondisi anak sedang tidak bersemangat, guru tersebut akan memberikan pembelajaran dengan system permainan yang akan membuat anak nyaman untuk belajar. Artinya guru akan melihat kebutuhan siswa dalam system pembelajarannya.
Demikianlah beberapa teori yang sudah saya bahas dari hasil wawancara kepada guru.

BAB IV
KESIMPULAN

            Dari hasil wawancara juga analisa menggunakan teori yang ada, kesimpulan pada tugas ini adalah system belajar paedagogi kalau ditertapkan dengan baik akan mampu menghasilkan hasil belajar yang berkualitas. Namun tidaklah mudah untuk melakukan pembelajaran menggunakan teknik ini. Haruslah seorang guru dengan integritas yang tinggi, berkarakter kesatria yang mampu mengakui kesalahan jika memang melakukannya, jujur, disiplin, penyayang, antusias, memiliki motif yang bagus dalam mengajar, serta berkomitmen terhadap pendidikan lah yang mampu mendapatkan hasil yang maksimal.
            Selain itu proses pembelajaran yang baik dapat kita lihat dari hasil evaluasi terhadap siswa. Jika hasil evaluasi mendaptkan hasil yangh kurang maksimal seorang guru haruslah menjadi orang yang bertanggungjawab untuk memberikan pengetahuan lagi sampai muridnya mengerti.
            Kemudian, seiring berjalannya waktu. System pengajaran haruslah mengikuti perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Sehingga munculah teori paedogagi modern yang juga telah di lakukan dalam pembelajaran guru tersebut. Dimana dalam pengaplikasiannya guru tidaklah terlalu terfokus terhadap bahan ajar. Namun guru harus melihat kebutuhan siswa dalam meneriman bahan ajar tersebut. Hal ini juga sesuai dengan kemajuan teori paedagogi abad 21 yang mengsinkronkan antara penelitian ilmiah juga praktiknya dalam pembelajaran.
            Sehingga dari hasil ini, harapan kita tentang kemajuan hasil pembelajaran dapat kita dapatkan dengan maksimal. Dan juga hasil dari pembelajaran mendapatkan manusia intelek yang berhati nurani untuk kepentingan dan kemajuan bangsa kita ini.

BAB V
SARAN

            Berikut saya sampaikan saran guna untuk kemajuan kita bersama :

Saran untuk Guru
·         Pada saat mengajar, guru harus tetap menjaga motivasi agar anak didik yang melihat juga tetap menunjukan motivasi yang baik. Sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik
·         Ciptakan proses belajar yang tidak membosankan, guna menjaga kondisi kelas
Saran untuk Sekolah
·         Melakukan pelatihan motivasi terhadap siswa
·         Melakukan pelatihan soft skill agar kemampuan anak dapat bertambah
·         setelah wawancara dilakukan sebagai bentuk terima kasih kepada responden.
Saran untuk Mata Kuliah Paedagogi
·         Tugas seperti ini sangatlah baik untuk terus dilakukan. Tugas ini dapat membuka mata tentang bagaimana sebenarnya penerapan proses pembelajaran secara langsung.

DAFTAR PUSTAKA
Danim, P. D. (2013). Pedagogi, Andragogi, dan Heutagogi. Bandung: CV. Alfabeta.




0 komentar:

Posting Komentar